TEMANGGUNG, OneNews
Komunitas penulis Satupena Temanggung menghibahkan buku antologi cerita rakyat Ki Panjang Emas kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Kabupaten Temanggung, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan cerita rakyat lokal sekaligus memperkuat sinergi antara komunitas penulis dan pemerintah daerah dalam mengembangkan budaya literasi.
Rombongan Satupena Temanggung terdiri atas Pengarah Satupena, Roso Titi Sarkoro, Ketua Satupena, Wiwik Hartati, serta pengurus Joko Prasetyo dan Muhisom Setyaki. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kepala Dinpusip Kabupaten Temanggung, Heri Kardono, S.STP., didampingi Kepala Bidang Perpustakaan, Niken Lestari, S.P.
Buku Ki Panjang Emas merupakan karya kolaboratif 17 penulis Temanggung yang tergabung dalam Satupena Temanggung. Buku tersebut telah diluncurkan pada 18 Oktober 2026 oleh Bupati Temanggung bersama Bunda Literasi Kabupaten Temanggung, Panca Dewi Agus Setyawan.
Penerbitan antologi ini bertujuan menghimpun dan mendokumentasikan cerita-cerita rakyat dari berbagai wilayah di Kabupaten Temanggung agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Ketua Satupena Temanggung, Wiwik Hartati, menegaskan bahwa kehadiran buku tersebut bukan sekadar untuk menambah koleksi bacaan di perpustakaan, melainkan juga sebagai upaya menjaga kekayaan budaya daerah.
“Keberadaan buku Ki Panjang Emas tidak sekadar menambah koleksi bacaan, tetapi juga menjadi upaya menjaga kekayaan budaya daerah. Cerita rakyat merupakan bagian dari identitas masyarakat yang perlu dirawat agar tidak hilang tergerus perubahan zaman,” ungkapnya.
Kepala Dinpusip Kabupaten Temanggung, Heri Kardono, mengapresiasi langkah Satupena Temanggung dalam memajukan literasi melalui penerbitan karya-karya yang mengangkat potensi lokal. Apresiasi tersebut disampaikan di sela-sela penyelenggaraan Festival Literasi yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026.
Menurut Heri, festival tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan Dinpusip kepada masyarakat sekaligus memperluas pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber informasi dan pengetahuan.
“Festival Literasi ini merupakan upaya agar masyarakat melirik Dinpusip dan dapat mengakses informasi di dalamnya secara lebih luas. Kehadiran Satupena dan para pegiat literasi lainnya sangat diperlukan untuk menyukseskan Festival Literasi ini,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara Dinpusip dan komunitas literasi untuk memperluas jangkauan kegiatan literasi di Temanggung. Sinergi tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan literasi, pengembangan karya penulis lokal, serta pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang publik yang membuka akses masyarakat terhadap beragam bahan bacaan.
Usai prosesi penyerahan dan penerimaan hibah buku, pengurus Satupena Temanggung melanjutkan kegiatan dengan berdiskusi bersama Kepala Dinpusip mengenai rencana kerja sama antara komunitas pegiat literasi dan Dinpusip Kabupaten Temanggung.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menjajaki kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya dalam pelestarian cerita rakyat, tetapi juga dalam pengembangan kreativitas menulis dan peningkatan minat baca masyarakat.
Melalui hibah buku Ki Panjang Emas dan rencana kerja sama tersebut, Satupena Temanggung berharap karya para penulis lokal dapat semakin dikenal dan diakses masyarakat. Sementara itu, sinergi dengan Dinpusip diharapkan mampu memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat informasi, pengetahuan, dan pengembangan budaya literasi di Kabupaten Temanggung.(wik/wil)
Tags
Peristiwa