TEMANGGUNG, ONE NEWS
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Cafe Kartini Temanggung pada Selasa, 7 April 2026. Puluhan pensiunan dan mantan pegawai Departemen Penerangan (Deppen) RI Kabupaten Temanggung berkumpul kembali dalam acara Temu Kangen / Reuni dan Halal Bihalal Paguyuban Eks Deppen.
Momen ini menjadi ajang nostalgia bagi mereka yang dulu terpisah setelah Departemen Penerangan resmi dibubarkan oleh Presiden K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada tahun 1999. Pasca pembubaran tersebut, para punggawa penerangan di tingkat kabupaten/kota dilimpahkan ke Pemerintah Daerah. Di Temanggung, mereka berdinas di berbagai instansi seperti Kecamatan, Satpol PP, BKD, Setda, Dinas Perpustakaan dan Arsip, hingga menjadi sipil di institusi POLRI.
Ketua Panitia, Witarso Saptono Putra—yang pernah menjabat sebagai Kabag Humas Pemkab Temanggung—menyambut kehadiran keluarga besar eks Deppen dengan penuh keakraban. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran rekan-rekan sejawat meski di usia yang tak lagi muda.
"Terima kasih atas kebersamaannya. Walau usia lanjut tak bisa dielakkan, semangat untuk hadir dan menjaga silaturahmi di tahun 2026 ini tetap luar biasa," ujar Witarso dalam sambutannya.
Sebagai pembicara dalam Halal bihalal ini adalah Drs. Human Sabroni Ketua Yayasan Pendidikan Kabupaten Temanggung dan Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Temanggung ( FKMPT) menyampaikan materi tentang makna Halal Bihalal bagi Paguyuban Eks Deppen, Halal Bihalal bukan sekadar tradisi pasca-Lebaran, melainkan instrumen untuk Rekonsiliasi Hati, yaitu untuk melebur kesalahan masa lalu selama bertugas sehingga hubungan tetap bersih di hari tua.
Juga makna memupuk Solidaritas Tanpa Batas, menjaga kekompakan meskipun kini mereka tidak lagi berada di bawah satu atap instansi yang sama atau bahkan sudah purna tugas.
Selain itu juga merupakan Support System, Menjadi wadah saling berbagi kabar dan penguat di masa purnatugas. Sedangkan Aplikasi Semangat "Api Nan Tak Kunjung Padam" Semboyan legendaris Departemen Penerangan, Api Nan Tak Kunjung Padam, tetap menyala dalam sanubari para anggota paguyuban. Di masa kini, lambang tersebut diaplikasikan dalam bentuk:
Semangat Mengabdi: Meski sudah pensiun, semangat untuk terus memberi manfaat bagi lingkungan sekitar tidak pernah padam.
Ketajaman Pikiran: Menjaga fungsi literasi dan penyampai informasi yang positif di tengah masyarakat, sesuai keahlian mereka sebagai mantan "juru penerang".
Dedikasi pada Persaudaraan: Menunjukkan bahwa loyalitas pada korps dan negara tetap membara hingga akhir hayat.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, mempertegas bahwa meski lembaganya telah tiada, jiwa penerangan tetap hidup di Kabupaten Temanggung. (Tim Liputan)
Tags
peristiwa